Pertamina Proliga Janjikan Pertandingan Seru dan Berkelas Dunia


Indonesia Proliga Volleyball Professional League 2019 aktif kembali. Melanjutkan dengan Pertamina sebagai sponsor utama, pertandingan bola voli dengan lapangan tertinggi mengunjungi delapan kota, yaitu Malang, Gresik, Probolinggo, Solo, Jakarta, Palembang, Bandung, dan Yogyakarta. Ada enam tim putra dan lima tim wanita siap untuk menunjukkan keterampilan mereka dan bersaing di Pertamina Proliga 2019, yang dimulai dari 19 Februari hingga 15 Mei 2019. Di zona putra ada lima tim yang juga berpartisipasi tahun lalu, yaitu Jakarta Pertamina Energy , Jakarta BNI 46, PLN Listrik Jakarta, Samator Surabaya, Bank Palembang Sumsel Babel dan tim pemula dari Bina Voli Nusantara Bekasi. Sedangkan lima tim yang bersaing adalah bagian dari tim Jakarta Pertamina Energy, Jakarta Electric PLN, Jakarta Popsivo PGN, Petrokimia Gresik dan Bekasi Bina Voli Nusantara.

Berdasarkan jumlah tim yang berpartisipasi, ada penurunan, terutama di sektor perempuan, yang diisi dengan tujuh tahun lalu. Tiga tim wanita yang memutuskan untuk tidak kembali ke Pertamina Proliga pada tahun 2019 adalah Bank DKI Jakarta, Manokwari Valeria Papua Barat dan Jakarta BNI 46. Meskipun jumlah peserta telah menurun, direktur Proliga Hanny Surkatty masih percaya bahwa Pertamina Proliga 2019 akan tetap menghadirkan pertandingan klasik, terutama mengingat jumlah pemain voli kelas dunia yang akan ke Proliga tahun ini. Salah satunya adalah kehadiran mantan pemain tim nasional Amerika yang telah berhasil memenangkan medali perak di Olimpiade 2008 dan 2012, Logan Tom, yang akan membela tim Jakarta Pertamina Energy.

Selain membawa pemain kelas dunia, sejumlah hal baru telah diterapkan di Proliga tahun ini, termasuk tidak adanya kompetisi untuk kejuaraan ke-3 dan ke-4 seperti biasa untuk pesta Grandfinal dan hadiah terbaik untuk pemain di setiap posisi juga akan menjadi diberikan sebelumnya. Sehubungan dengan ini, Hanny Surkatty mengatakan: “Persaingan untuk juara 3 dan 4 diputuskan pada babak final babak kedua di Yogyakarta, ini berarti bahwa kompetisi di Final Four lebih dekat dan lebih menarik. Penghargaan gelar individu juga diberikan di Final Empat kecuali gelar Pelatih Terbaik dan MVP, yang masih diumumkan setelah partai teratas di Jakarta. ”

Yang baru juga hadir di Pertamina Proliga 2019 adalah masuknya Kompas TV sebagai mitra media yang akan menyiarkan pertandingan langsung dari empat putaran terakhir di Bandung dan Yogyakarta dan grand finale. Total ada enam permainan untuk dikirim. Partisipasi Kompas TV di Pertamina Proliga 2019 diakui oleh direktur Kompas TV Bimo Setyawan sebagai bentuk dukungan bagi Kompas TV untuk pengembangan olahraga Indonesia. “Meskipun Kompas TV adalah saluran TV berita, kami juga menyadari keberlanjutan olahraga di Indonesia, termasuk bola voli. Selain kehadiran Pertamina Proliga 2019 di Kompas TV, itu juga merupakan alternatif bagi pemirsa.”

Penggunaan Kompas TV tidak hanya terbatas pada siaran langsung siaran dalam format High Definition (HD), tetapi juga akan menawarkan slot khusus dengan informasi terbaru tentang program Kompas Sport. Ini dilakukan untuk lebih mempopulerkan bola voli di masyarakat. Jadi, apakah Anda siap untuk mengalami Pertamina Proliga 2019? Lihat aksi klasik pemain voli Indonesia dan dunia di Pertamina Proliga 2019.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *