Tiga Inovasi yang Dapat Diterapkan pada Ajang Basket Asian Games

Kami pergi pada bulan Agustus dan Asian Games bersejarah di Jakarta akan segera dimulai. Tentu saja euforia acara, yang diadakan di Indonesia lagi setelah 56 tahun, telah dimulai. Ada banyak kegiatan promosi, baik secara langsung maupun tidak langsung diluncurkan dari berbagai kalangan, dan ini tentu saja juga dirasakan oleh penggemar olahraga di negara ini, terutama untuk bola basket. Ngomong-ngomong soal bola basket, itu jelas tidak akan lepas dari National Basketball Association atau lebih dikenal dengan NBA. Bukan hanya hasil para pemain yang selalu mencari kemana-mana di panggung dunia, tetapi juga hasil dari para pemimpin yang selalu berhasil mengirim kombinasi inovasi yang membuat penggemar bola basket selalu merasa nyaman saat menonton acara favorit.

Keberhasilan asosiasi ini tentu saja tidak sempurna tanpa keterlibatan penuh semua pemangku kepentingan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, seperti di media sosial dan aplikasi digital. Menurut ini, ada tiga inovasi yang ditawarkan untuk meningkatkan minat di arena bola basket Asia pada tahun 2018. Ketiga hal ini adalah statistik waktu nyata, distribusi tiket pertandingan, dan hiburan dalam satu paket. Inovasi pertama adalah statistik game seperti radar, yang dapat diakses secara real time. Ini tidak hanya terkait dengan skor atau pelanggaran tim, tetapi juga dengan data lengkap pemain dengan layar yang mudah digunakan dan termasuk jumlah poin, rebound, assist, baja, blok, persentase tembakan, persentase tembakan bebas , omset, pelanggaran pribadi, dan persentase pemotretan tiga poin.

Inovasi selanjutnya adalah distribusi tiket kompetisi. Tiket pertandingan yang digunakan dapat dibeli secara online dari berbagai sumber. Poin-poin ini digunakan untuk mencegah akumulasi dari menyebabkan crash pada sistem pembelian tiket. Ini juga menawarkan tiket saluran dan tiket per. Sesi dengan menunjukkan garis dan area tertentu sehingga penggemar tidak bingung ketika mereka tiba di lokasi. Inovasi ketiga adalah kombinasi antara hi-tech dan hiburan konvensional. Untuk teknologi, inovasi mencakup cuplikan langsung dari jarak yang berbeda disertai dengan aplikasi Augmented Reality dan kotak layar raksasa multi-guna di tengah lapangan. Sementara hiburan tradisional termasuk bintang pertunjukan, fasilitas perbelanjaan modern, toilet kering bersih, dan VVIP Private Box.

Dengan tiga inovasi dan pengumpulan energi di atas, saya yakin bahwa jumlah penggemar bola basket di Asian Games 2018 akan meningkat dengan cepat. Selain Xaverius Prawiro dan teman-teman tim nasional Indonesia, ada peluang untuk melihat bintang-bintang bola basket yang masih bermain atau masih bermain di NBA, seperti Ha Seung-Jin (Korea Selatan), Hamed Haddadi (Iran), Yuta Watanabe (Jepang)) dan Zhou Qi (Cina).

Penonton yang ramai jelas lebih dari puas dengan INASGOC, karena komite resmi yang menyelenggarakan Asian Games juga bertemu FIBA, yang telah memutuskan untuk memilih Indonesia dengan Filipina dan Jepang yang menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2023. Tentu saja saya berharap sebagai warga negara Indonesia Kinerja tuan rumah juga diikuti oleh kinerja bola basket nasional Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *